Pengaruh Rasio Abu Layang/NaOH Dalam Sintesis Zeolit dari Abu Layang
Batubara dan Aplikasinya Sebagai Adsorben Logam Cr(III) Dalanm Air
Oleh Lia Nopitarose*
Widi Astuti, Jumaeri, dan Ratna Dewi K.
Abstrak
Penggunaan batubara terus meningkat seiring dengan pembangunan PLTU berbahan bakar batubara menyebabkan meningkatnya limbah abu layang batubara. Abu layang batubara dengan komposisi utama silika dan alumina dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis zeolit. Tumbuh pesatnya industri mengakibatkan permasalahan yang kompleks bagi lingkungan. Abu layang batubara digunakan sebagai sumber silika dan alumina dalam sintesis zeolit dengan metode refluk yang diaplikasikan sebagai adsorben logam Cr(III) dalam air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio abu layang/NaOH terhadap karateristik padatan hasil sintesis, meliputi: spektra IR, Difraktogram XRD, rasio Si/Al dan keasaman, serta kemampuan adsorpsi padatan hasil sintesis terhadap logam Cr(III) dalam air. Sintesis zeolit dari abu layang dilakukan dengan perlakuan refluk HCl 1M selama 1 jam dan dilanjutkan refluk NaOH 4, 5 dan 6M dengan rasio abu layang /NaOH 10/100, 15/100 dan 20/100 (g/ml) selama 140 menit. Padatan hasil sintesis dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya dan XRD untuk mengetahui jenis zeolit yang terbentuk serta dianalisis sifat keasaman dan rasio Si/Al. Untuk mengetahui kemampuan adsorpsi padatan hasil sintesis sebagai adsorben menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaruh rasio abu layang/NaOH pada berbagai konsentrasi NaOH dalam proses sintesis zeolit dengan metode refluks terhadap karakterisasi padatan sintesis belum terlihat signifikan, ditunjukan oleh karakteristik spektra IR dan difraktogram XRD dari padatan sintesis, yang belum menunjukan terbentuknya zeolit. Rasio Si/Al maksimum yaitu sebesar 1,567753038 (kondisi rasio abu layang/NaOH 10/100 dan NaOH 4M). Keasaman maksimum yaitu sebesar 2,118706412 (kondisi rasio abu layang/NaOH 10/100 dan NaOH 4M). Padatan hasil sintesis mampu mengadsorpsi logam Cr(III) sebanyak 24,84% lebih besar dari abu layang (4,72%), serta mempunyai kemampuan adsorpsi sebesar 1,6478 (mg Cr/g padatan) pada kondisi rasio abu layang/NaOH 15/100 (gr/ml) dan konsentrasi NaOH 6M.
Kata Kunci : Sintesis zeolit, Refluk, abu layang, adsorben, logam Cr(III).
Download selengkapnya…
EPOKSIDASI a-PINENA DENGAN ASAM PEROKTANOAT
TERMEDIASI LIPASE DARI Pseudomonas aeruginosa
Nita Setyawati1), Nanik Wijayati2), Supartono2)
1)Mahasiswa Jurusan Kimia, Universitas Negeri Semarang
2)Dosen Jurusan Kimia, Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229
ABSTRACK
α-Pinene is a monoterpene isolated from turpentine oil, that have double bond so that was possible to conduct epoxidation reaction. Epoxidation of α-pinene with peroctanoic acid by enzimatic unknown. The object of this work was to determinate an optimum condition epoxidation reaction of α-pinene with peroctanoic acid mediated lipase from P. aeruginosa with various organic solvent. Epoxidation α-pinene was perform with peroctanoic acid mediated lipase of P. aeruginosa. Lipases isolated from P. aeruginosa were used to generate peroctanoic acid directly from octanoic acid and dimethyldioxirane. The peroxy acid formed then was applied for in situ oxidation of α-pinene. The result of this work described that lipase activity was obtain to be 0.6779 Unit/mL, by fermentation of P. aeruginosa at pH and temperature of 7.2 and 27oC, respectively. The α-pinene oxide obtained by epoxidation of α-pinene mediated lipase P. aeruginosa in toluene and hexane were found to be 91,238% and 91,183%, respectively, while this was in xylene to be 61,6921%. GC-MS analysis showed there was α-pinene oxide. It was concluded that the optimum condition epoxidation of α-pinene with peroctanoic acid mediated lipase from P. aeruginosa was in the toluene and hexane, respectively.
Key words: epoxidation of α-pinene, lipase, Pseudomonas aeruginosa.
ABSTRAK
α-Pinena merupakan senyawa monoterpena hasil isolasi dari minyak terpentin. Adanya ikatan rangkap dua memungkinkan untuk mengalami reaksi epoksidasi. Reaksi epoksidasi α-pinena dengan asam peroktanoat secara enzimatis dengan berbagai pelarut belum dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari kondisi optimum reaksi epoksidasi α-pinena dengan asam peroktanoat termediasi lipase dari P. aeruginosa dengan variasi pelarut organik. Reaksi epoksidasi α-pinena dilakukan dengan menggunakan asam peroktanoat termediasi lipase dari P. Aeruginosa. Lipase yang diisolasi dari P. aeruginosa digunakan untuk menghasilkan asam peroktanoat secara langsung dari asam oktanoat dan dimetildioksirana. Asam peroksi yang terbentuk kemudian diaplikasikan secara in situ untuk mengoksidasi α-pinena. Hasil penelitian menjelaskan bahwa aktivitas lipase yang diperoleh 0,6779 Unit/mL, dari fermentasi P. Aeruginosa pada pH 7,2 suhu 27oC. Senyawa α-pinena oksida yang dihasilkan pada reaksi epoksidasi α-pinena termediasi lipase P. aeruginosa dalam pelarut toluena sebesar 91,238%, dalam pelarut heksana sebesar 91,1836%, dan dalam pelarut ksilena sebesar 61,6921%. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa terdapat senyawa α-pinena oksida. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi optimum reaksi epoksidasi α-pinena dengan asam peroktanoat termediasi lipase dari P. aeruginosa dalam pelarut toluena dan heksana.
Kata kunci: epoksidasi α-pinena, lipase, Pseudomonas aeruginosa.
Download selengkapnya…