RSS

Tutorial 1st Pembuatan Animasi Dengan Flash

Diktat 1 Latihan media flash

MENGENAL DRAWING TOOL (TOOL BOX)

Toolbox terdiri  atas beberapa jenis ikon yang digunakan dalam membuat dan mengedit obyek dalam stage.  Toolbox terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu:

  1. Tools Area
  2. View Area
  3. Color Area
  4. Option Area

TOOLS AREA

Sesuai  dengan namanya, Tools Area  terdiri atas kumpulan tool yang  digunakan untuk membuat  dan mengedit obyek di stage.

  1. Selection Tool  , digunakan untuk memilih, memindah dan mengubah bentuk suatu obyek
  2. Subselestion   , digunakan untuk memindah dan mengubah bentuk obyek
  3. Free Transform Tool  , digunakan untuk memilih , memindah, dan memanipulasi obyek (mengubah bentuk dan ukuran). Ketika Anda memilih Free Transform Tool, pada bagian Options akan terlihat empat tool tambahan, yaitu: (1) Rotate and Skew, (2) Scale, (3) Distort, (4) Envelope
  4. Fill Transform Tool  , digunakan untuk memanipulasi warna Fill pada obyek yang terpilih
  5. Line Tool  , digunakan untuk membuat garis
  6. Lasso Tool  , digunakan untuk membuat seleksi atau pilihan dengan mengambil bentuk seleksi sesuai keinginan Anda. Lasso tool terdiri atas tiga pilihan tool. Dapat dilihat pada bagian Options pada saat anda menggunaka Lasso Tool ini. (1) Magic Wand  ,(2) Magic Wand Properties  ,(3) Polygon Mode
  7. Pen Tool  ,  digunakan untuk membuat garis dan menggambar kurva.
  8. Text Tool , digunakan untuk menuliskan teks.
  9. Oval Tool , digunakan untuk membuat lingkaran dan elips.
  10. Rectangle Tool , digunakan untuk membuat kotak, baik persegi panjang maupun bujur sangkar. Tool ini menyediakan sebuah opsi tambahan pada bagian Options , yaitu  Round Rectangle Radius.
  11. Polystar Tool , digunakan untuk membuat obyek gambar berupa bitang segi lima
  12. Pencil Tool, digunakan untk membuat gambar seperti anda menggambar menggunakan pensil. Ada  tiga  pilihan mode garis yang dapat Anda gunakan , yaitu: (1) Straighten  : garis yang  dihasilkan tampak kaku dan lurus (2) Smooth :  garis yang dihasilkan memiliki sudut yang lebih halus (3) Ink : garis yang  dihasilkan seperti coretan tinta
  13. Brush Tool , digunakan untuk menggambar bentuk bebas dengan berbagai pilihan bentuk dan ukuran brush yang beragam. Ada lima mode yang dapat Anda gunakan, yaitu : Paint Normal; Paint Fills; Paint Behind; Paint Selection; Paint Inside
  14. Bottle Ink Tool , digunakan untuk membuat atau mengganti warna Stroke suatu obyek
  15. Paint Bucket Tool , digunakan untuk member warna atau mengubah warna suatu obyek. Tersapat empat pilihan tambahan pada Gap Size yang  dapat Anda gunakan dalam mewarnai suatu area, yaitu:  Don’t  Close  Gaps; Close Small Gaps; Close Medium Gaps; Close Large Gaps
  16. Eraser Tool , digunakan untuk menghapus bagian obyek tertentu pada obyek
  17. Eyedropper  Tool , digunakan  untuk mengambil sampel warna tertentu. Fungsi tool ini hampir sama dengan  tool  serupa pada aplikasi Adobe  Photoshop.
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2012 in My Karya

 

Media Pembelajaran Gratis

Salam Perjuangan…

banyak dari temen yang ingin mencari media pembelajaran untuk menunjang KBM di kelas.. nah sedikit tawaran nih buat pakai punya andicha… maksudnya biar sa dapet masukan lagi…

tapi inget mohon hak cipta pembuat ya…

sekali lagi ini bertujuan demi meningkatnya mutu pendidikan pada umumnya dan kemajuan karya pembuat pada khusunya.

gb8

Media1 . Eksponen Hidrogen

gb11

Media 2. Respiratory

gb10

Media3. KSP Kimia

selengkapnya : http://gardumedia.com

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 7, 2009 in My Karya

 

Jurnal Kimia UNNES 2009

Pengaruh Rasio Abu Layang/NaOH Dalam Sintesis Zeolit dari Abu Layang

Batubara dan Aplikasinya Sebagai Adsorben Logam Cr(III) Dalanm Air

Oleh Lia Nopitarose*

Widi Astuti, Jumaeri, dan Ratna Dewi K.

Abstrak

Penggunaan batubara terus meningkat seiring dengan pembangunan PLTU berbahan bakar batubara menyebabkan meningkatnya limbah abu layang batubara. Abu layang batubara dengan komposisi utama silika dan alumina dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis zeolit. Tumbuh pesatnya industri mengakibatkan permasalahan yang kompleks bagi lingkungan. Abu layang batubara digunakan sebagai sumber silika dan alumina dalam sintesis zeolit dengan metode refluk yang diaplikasikan sebagai adsorben logam Cr(III) dalam air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio abu layang/NaOH terhadap karateristik padatan hasil sintesis, meliputi: spektra IR, Difraktogram XRD, rasio Si/Al dan keasaman, serta kemampuan adsorpsi padatan hasil sintesis terhadap logam Cr(III) dalam air. Sintesis zeolit dari abu layang dilakukan dengan perlakuan refluk HCl 1M selama 1 jam dan dilanjutkan refluk NaOH 4, 5 dan 6M dengan rasio abu layang /NaOH 10/100, 15/100 dan 20/100 (g/ml) selama 140 menit. Padatan hasil sintesis dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsinya dan XRD untuk mengetahui jenis zeolit yang terbentuk serta dianalisis sifat keasaman dan rasio Si/Al. Untuk mengetahui kemampuan adsorpsi padatan hasil sintesis sebagai adsorben menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaruh rasio abu layang/NaOH pada berbagai konsentrasi NaOH dalam proses sintesis zeolit dengan metode refluks terhadap karakterisasi padatan sintesis belum terlihat signifikan, ditunjukan oleh karakteristik spektra IR dan difraktogram XRD dari padatan sintesis, yang belum menunjukan terbentuknya zeolit. Rasio Si/Al maksimum yaitu sebesar 1,567753038 (kondisi rasio abu layang/NaOH 10/100 dan NaOH 4M). Keasaman maksimum yaitu sebesar 2,118706412 (kondisi rasio abu layang/NaOH 10/100 dan NaOH 4M). Padatan hasil sintesis mampu mengadsorpsi logam Cr(III) sebanyak 24,84% lebih besar dari abu layang (4,72%), serta mempunyai kemampuan adsorpsi sebesar 1,6478 (mg Cr/g padatan) pada kondisi rasio abu layang/NaOH 15/100 (gr/ml) dan konsentrasi NaOH 6M.

Kata Kunci : Sintesis zeolit, Refluk, abu layang, adsorben, logam Cr(III).

Download selengkapnya…

EPOKSIDASI a-PINENA DENGAN ASAM PEROKTANOAT

TERMEDIASI LIPASE DARI Pseudomonas aeruginosa

Nita Setyawati1), Nanik Wijayati2), Supartono2)

1)Mahasiswa Jurusan Kimia, Universitas Negeri Semarang

2)Dosen Jurusan Kimia, Universitas Negeri Semarang

Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229

ABSTRACK

α-Pinene is a monoterpene isolated from turpentine oil, that have double bond so that was possible to conduct epoxidation reaction. Epoxidation of α-pinene with peroctanoic acid by enzimatic unknown. The object of this work was to determinate an optimum condition epoxidation reaction of α-pinene with peroctanoic acid mediated lipase from P. aeruginosa with various organic solvent. Epoxidation α-pinene was perform with peroctanoic acid mediated lipase of         P. aeruginosa. Lipases isolated from P. aeruginosa were used to generate peroctanoic acid directly from octanoic acid and dimethyldioxirane. The peroxy acid formed then was applied for in situ oxidation of α-pinene. The result of this work described that lipase activity was obtain to be 0.6779 Unit/mL, by fermentation of P. aeruginosa at pH and temperature of 7.2 and 27oC, respectively. The α-pinene oxide obtained by epoxidation of α-pinene mediated lipase P. aeruginosa in toluene and hexane were found to be 91,238% and 91,183%, respectively, while this was in xylene to be 61,6921%. GC-MS analysis showed there was α-pinene oxide. It was concluded that the optimum condition epoxidation of α-pinene with peroctanoic acid mediated lipase from P. aeruginosa was in the toluene and hexane, respectively.

Key words: epoxidation of α-pinene, lipase, Pseudomonas aeruginosa.

ABSTRAK

α-Pinena merupakan senyawa monoterpena hasil isolasi dari minyak terpentin. Adanya ikatan rangkap dua memungkinkan untuk mengalami reaksi epoksidasi. Reaksi epoksidasi α-pinena dengan asam peroktanoat secara enzimatis dengan berbagai pelarut belum dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari kondisi optimum reaksi epoksidasi α-pinena dengan asam peroktanoat termediasi lipase dari P. aeruginosa dengan variasi pelarut organik. Reaksi epoksidasi          α-pinena dilakukan dengan menggunakan asam peroktanoat termediasi lipase dari P. Aeruginosa. Lipase yang diisolasi dari P. aeruginosa digunakan untuk menghasilkan asam peroktanoat secara langsung dari asam oktanoat dan dimetildioksirana. Asam peroksi yang terbentuk kemudian diaplikasikan secara in situ untuk mengoksidasi α-pinena. Hasil penelitian menjelaskan bahwa aktivitas lipase yang diperoleh 0,6779 Unit/mL, dari fermentasi P. Aeruginosa pada pH 7,2 suhu 27oC. Senyawa α-pinena oksida yang dihasilkan pada reaksi epoksidasi       α-pinena termediasi lipase P. aeruginosa dalam pelarut toluena sebesar 91,238%, dalam pelarut heksana sebesar 91,1836%, dan dalam pelarut ksilena sebesar 61,6921%. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa terdapat senyawa α-pinena oksida. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi optimum reaksi epoksidasi   α-pinena dengan asam peroktanoat termediasi lipase dari P. aeruginosa dalam pelarut toluena dan heksana.

Kata kunci: epoksidasi α-pinena, lipase, Pseudomonas aeruginosa.

Download selengkapnya…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 8, 2009 in 1

 

Artikel Game Flash Kimia

Pengaruh Penggunaan CD Game Flash sebagai Media Pembelajaran Berwawasan Chemo-Edutainment (CET) terhadap Hasil Belajar Kimia Materi Pokok Larutan Elektrolit dan Konsep Redoks Siswa Kelas X Semester II SMA 14 Semarang

Andicha O.Y.N, Nurwachid B.S, Saptorini Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. ABSTRAK

Penelitian tentang Intelligent Tutoring System (ITS), Computer Based Training (CBT), eLearning System adalah bukan barang baru, saat ini telah menuju ke implementasi riil dalam proses belajar mengajar. Metode pembelajaran yang umum dilakukan oleh guru adalah ceramah. Dengan metode ceramah siswa merasa bosan dan jenuh. Untuk itu diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang tepat agar siswa merasa tertarik dan termotivasi untuk belajar. Peneliti menggunakan CD pembelajaran dengan memanfaatkan Game Flash yang dibuat dari software Macromedia Flash Professional 8 sebagai media CET untuk menanggulangi kebosanan siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan CD pembelajaran Game Flash sebagai media CET terhadap hasil belajar kimia materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 14 Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Dari hasil random diperoleh kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol. Metode analisis data terdiri atas analisis tahap awal dan analisis tahap akhir. Analisis tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan Uji Anava. Sedangkan analisis tahap akhir meliputi uji normalitas, uji kesamaan dua varians, uji perbedaan dua rata-rata, analisis pengaruh antar variabel, penentuan koefisien determinasi, dan analisis hasil angket dan observasi. Diperoleh kesimpulan hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata pemanfaatan CD pembelajaran Game Flash sebagai media CET berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks. Besarnya kontribusi 32,46%. Simpulan pada penelitian ini adalah pemanfaatan CD pembelajaran Game Flash sebagai media CET berpengaruh terhadap hasil belajar kimia materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks siswa kelas X SMA Negeri 14 Semarang dengan kontribusi 32,46%. Kata kunci: pengaruh, CD Game Flash, media CET, hasil belajar.

selengkapnya ….Download disini

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2009 in aa ghym x.doc

 

Game edukasi by: andichaFlash

Saya Andicha Octaffianto Yudho Narottama,S.Pd. Pengajar sains di salah satu SMK swasta di Semarang. diBlog ini saya ingin mengajak teman-teman pengajar diIndonesia untuk berbagi pengalaman dan ilmu.

Teman-teman Pengajar (khusunya sains, Kimia, Fisika, Biologi, Matematika), saya akan berbagi ilmu ni…

Ada metode baru dalam proses Pembelajaran yang saya dan temen-temen KOMED (Komunitas Multimedia Edukasi;http://komed.org) dan CAMP (Comunitas Academisi Multimedia Prodaction; http://camp.com) kembangkan untuk dunia Pendidikan kita.

Ada beberapa contoh game edukasi yang saya buat…  besar harapan saya agar game ini dapat membantu proses pembelajaran sains. Kritik dan saran dari teman-teman semua demi kemajuan dan referensi saya untuk menciptakan yang lainnya.  kita juga menawarkan kerjasama dalam proses pembuatan dan penciptaan media pembelajaran di Forum kami yaitu (KOMED dan CAMP). Disini juga teman-teman dapat mendownload game dengan gratiss. Salam hangat dari Penggiat Pendidikan… Maju Terus Pendidikan Indonesia

game 01 : Elektrolit fight

game 02 : Sistem Periodik

spu1

game 03 : Redoks Game

game 04 : TTS Kimia

tts

game 05: TUX matematika

tux

 
21 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 26, 2008 in My Karya

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.